Selasa, 04 Juni 2013

Pengertian Software

Pengertian Software
Dalam dunia teknologi informasi kita sering mendengar kata software. Sebenarnya apa sih software itu? Ada yang mengatakan bahwa tanpa software, maka suatu komputer tidak dapat digunakan atau dioperasikan. Untuk mengetahui definisi atau pengertian dari software silahkan simak sedikit penjelasannya di bawah ini
Nama lain dari Software adalah perangkat lunak. Karena disebut juga sebagai perangkat lunak, maka sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan.
Pengertian Software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui sofware atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah
Pengertian Software (perangkat lunak) Komputer

Jenis-jenis Software atau Perangkat Lunak

Software atau perangkat lunak komputer berdasarkan distribusinya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu software berbayar, software gratis atau free ( Freeware, free software, shareware, adware) .

Software berbayar

Software berbayar merupakan perangkat lunak yang didistribusikan untuk tujuan komersil, setiap pengguna yang ingin menggunakan atau mendapatkan software tersebut dengan cara membeli atau membayar pada pihak yang mendistribusikannya. pengguna yang menggunakan software berbayar umumnya tidak diijinkan untuk menyebarluaskan software tersebut secara bebas tanpa ijin ada penerbitnya. contoh software berbayar ini misalnya adalah sistem microsoft windows, microsoft office, adobe photo shop, dan lain-lain.

Freeware

Freeware atau perangkat lunak gratis adalah perangkat lunak komputer berhak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dari shareware yang mewajibkan penggunanya membayar (misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan). Para pengembang perangkat gratis seringkali membuat perangkat gratis freeware “untuk disumbangkan kepada komunitas”, namun juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya. Freeware juga didefinisikan sebagai program apapun yang didistribusikan gratis, tanpa biaya tambahan. Sebuah contoh utama adalah suite browser dan mail client dan Mozilla News, juga didistribusikan di bawah GPL (Free Software).

Free Software

Free Software lebih mengarah kepada bebas penggunaan tetapi tidak harus gratis. Pada kenyataannya, namanya adalah karena bebas untuk mencoba perangkat lunak sumber terbuka (Open Source) dan di sanalah letak inti dari kebebasan: program-program di bawah GPL, sekali diperoleh dapat digunakan, disalin, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas. Jadi free software tidak mengarah kepada gratis pembelian tetapi penggunaan dan distribusi. Begitu keluar dari lisensi kita dapat menemukan berbagai cara untuk mendistribusikan perangkat lunak, termasuk freeware, shareware atau Adware. Klasifikasi ini mempengaruhi cara di mana program dipasarkan, dan independen dari lisensi perangkat lunak mana mereka berasal.
Perbedaan yang nyata antara Free Software dan Freeware. Konflik muncul dalam arti kata free dalam bahasa Inggris, yang berarti keduanya bebas dan gratis. Oleh karena itu, dan seperti yang disebutkan sebelumnya, Free Software tidak perlu bebas, sama seperti Freeware tidak harus gratis.

Shareware

Shareware juga bebas tetapi lebih dibatasi untuk waktu tertentu. Shareware adalah program terbatas didistribusikan baik sebagai demonstrasi atau versi evaluasi dengan fitur atau fungsi yang terbatas atau dengan menggunakan batas waktu yang ditetapkan (misalnya 30 hari) . Dengan demikian, memberikan pengguna kesempatan untuk menguji produk sebelum membeli dan kemudian membeli versi lengkap dari program. Sebuah contoh yang sangat jelas dari tipe ini adalah perangkat lunak antivirus, perusahaan-perusahaan ini biasanya memudahkan pelepasan produk evaluasi yang hanya berlaku untuk jumlah hari tertentu. Setelah melewati maksimum, program akan berhenti bekerja dan Anda perlu membeli produk jika Anda ingin tetap menggunakannya.
Kita juga dapat menemukan perangkat lunak bebas sepenuhnya, namun termasuk dalam program periklanan, distribusi jenis ini disebut Adware. Sebuah contoh yang jelas adalah program Messenger dari Microsoft yang memungkinkan penggunaan perangkat lunak bebas dalam pertukaran untuk masuk dengan cara iklan banner atau pop-up.
Itulah artikel penjelasan mengenai pengertian software atau perangkat lunak komputer. Semoga ulasan di atas dapat menambah pengetahuan dan wawasan kamu di bidang komputer.
referensi : agussale.com, dan beberapa sumber lainnya

Sejarah dan pengenalan program delphi

Borland Delphi merupakan bahasa pemograman visual dan berorientai obyek, Delphi merupakan lanjutan pemrograman pascal, Delphi dibuat oleh Borland International Corporation pada bulan februari 1995, secara umum komponen dalam Borland Delphi 7 terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu komponen visual dan komponen non-visual. Dinamakan komponen visual karena pada saat program dijalankan (run time) komponen tersebut dapat terlihat oleh user. Dinamakan komponen non-visual karena komponen ini hanya tampak pada saat mendesain anatar muka program (design time) dan pada saat program dijalankan komponen ini tidak terlihat.
      Seluruh komponen tersebut terdapat di Component Pallette. Komponen komponen tersebut mempunyai nilai properti default dari Delphi. Pengubahan nilai properti dapat dilakukan baik dalam design time atau pun run time sesuai kebutuhan program aplikasi. Antara satu komponen dengan komponen yang lain dimungkinkan ada beberapa properti yang sama.


File-file Delphi

      Sebuah proyek adalah sekumpulan file yang diperlukan untuk membangun sebuah aplikasi. Beberapa file ini akan dibuat pada saat proses mendesain aplikasi,sedangkan beberapa lainnya dibuat saat proses kompilasi source code. Sebuah proyek Delphi akan terdiri dari berberapa file. Ada file yang menyimpan program dan ada file lain yang menyimpan binari, gambar. Karena setiap aplikasi terdiri dari beberapa file. Sangat disarankan agar menyimpan sebuah aplikasi pada sebuah folder. Berbagai jenis file yang dibuat saat membangun aplikasi menggunakan Delphi adalah sebagai berikut :

    ProjectMain.dpr
          File ini berisi program utama dari aplikasi. Semua kode program yang yang ada dalam file ini secara otomatis akan dibuat oleh Delphi sesuai dengan perubahan aplikasi kita. Namun pada tingkat expert, seringkali pemrogram menuliskan beberapa baris program pada file ini, seperti untuk membuat Splash screen atau form pembuka, atau melakukan setting awal dari program.
    ProjectMain.pas
         File ini berisi kode program kita yang biasanya berhubungan dengan form. Misalnya, ketika kita menuliskan kode program untuk kejadian onClick pada form atau komponen lain, maka kode tersebut akan disimpan kedalam file yang berekstensi *.pas ini. Biasanya, tidak semua kode dalam file ini ditulis secara langsung oleh pemrogram. Sebab Delphi telah menggenerate dan membuat semacam kerangka program. Namun pada kasus-kasus tertentu, terutama ketika file unit tersebut tidak berhubungan dengan form manapun, maka pemrogram harus menuliskan sendiri seluruh kode dalam unit tersebut.
    ProjectMain.dfm
         File ini berisi daftar komponen yang Anda gunakan dalam form serta beberapa setting properti dari komponen tersebut juga terdapat pada file ini.
    ProjectMain.res
         File ini berisi info versi resource dan icon dari aplikasi, atau bisa juga digunakan untuk menyimpan resource lain yang akan digunakan dalam aplikasi seperti kursor, bitmap dll. Untuk melihat atau mengedit file ini, Delphi menyediakan utilitas Image edit yaitu pada menu Delphi pilih Tools | Image Edit. Atau pada desktop windows, pilih menu Start | All Programs | Borland Delphi 7 | Image Editor.
    ProjectMain.cfg
         File tersebut merupakan file yang menyimpan konfigurasi royek/program Anda. File tersebut memiliki nama yang sama dengan file proyek Anda tetapi dengan ekstensi berbeda. Mula-mula compiler Delphi akan mencari file dcc32.cfg di directory dari compiler tersebut, kemudian di direktori current (direktori yang aktif), dan baru kemudian mencari file dengan nama yang sama dengan nama proyek, namun dengan ekstensi *.cfg yang terletak di direktori proyek.
    ProjectMain.dof
         File ini berisi seting dari proyek atau aplikasi kita, seperti seting dari kompiler dan linker, seting direktori dsb. ProjectMain.dcu File ini merupakan file hasil dari kompilasi file unit Anda yang akan digunakan untuk membuat file executable.
    ProjectMain.exe
         File ini merupakan file executable atau file program kita. Untuk menjalankan file ini Anda bisa mengklik dua kali file ini, maka Anda akan melihat form yang baru Anda buat dengan Delphi muncul. Pada Aplikasi sederhana, file inilah yang nantinya akan didistribusikan, Anda tidak perlu menyertakan file-file lain untuk memperlihatkan aplikasi Anda pada orang lain.

Tols-Tols pada Delphi :

IDE Delphi

     IDE atau Integrated Development Environment adalah tempat untuk membuat aplikasi mulai dari mendesain antarmuka, menulis kode program (coding), menjalankan program (running), mendebug, mengkompilasi (compile), dan menyebarluaskan aplikasi yang dibuat (deploy). Adapun IDE di Delphi dibagi atas 6 bagian, seperti gambar dibawah ini :

Borland Delphi merupakan bahasa pemograman visual dan berorientai obyek, Delphi merupakan lanjutan pemrograman pascal, Delphi dibuat oleh Borland International Corporation pada bulan februari 1995, secara umum komponen dalam Borland Delphi 7 terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu komponen visual dan komponen non-visual. Dinamakan komponen visual karena pada saat program dijalankan (run time) komponen tersebut dapat terlihat oleh user. Dinamakan komponen non-visual karena komponen ini hanya tampak pada saat mendesain anatar muka program (design time) dan pada saat program dijalankan komponen ini tidak terlihat.
      Seluruh komponen tersebut terdapat di Component Pallette. Komponen komponen tersebut mempunyai nilai properti default dari Delphi. Pengubahan nilai properti dapat dilakukan baik dalam design time atau pun run time sesuai kebutuhan program aplikasi. Antara satu komponen dengan komponen yang lain dimungkinkan ada beberapa properti yang sama.


File-file Delphi

      Sebuah proyek adalah sekumpulan file yang diperlukan untuk membangun sebuah aplikasi. Beberapa file ini akan dibuat pada saat proses mendesain aplikasi,sedangkan beberapa lainnya dibuat saat proses kompilasi source code. Sebuah proyek Delphi akan terdiri dari berberapa file. Ada file yang menyimpan program dan ada file lain yang menyimpan binari, gambar. Karena setiap aplikasi terdiri dari beberapa file. Sangat disarankan agar menyimpan sebuah aplikasi pada sebuah folder. Berbagai jenis file yang dibuat saat membangun aplikasi menggunakan Delphi adalah sebagai berikut :

    ProjectMain.dpr
          File ini berisi program utama dari aplikasi. Semua kode program yang yang ada dalam file ini secara otomatis akan dibuat oleh Delphi sesuai dengan perubahan aplikasi kita. Namun pada tingkat expert, seringkali pemrogram menuliskan beberapa baris program pada file ini, seperti untuk membuat Splash screen atau form pembuka, atau melakukan setting awal dari program.
    ProjectMain.pas
         File ini berisi kode program kita yang biasanya berhubungan dengan form. Misalnya, ketika kita menuliskan kode program untuk kejadian onClick pada form atau komponen lain, maka kode tersebut akan disimpan kedalam file yang berekstensi *.pas ini. Biasanya, tidak semua kode dalam file ini ditulis secara langsung oleh pemrogram. Sebab Delphi telah menggenerate dan membuat semacam kerangka program. Namun pada kasus-kasus tertentu, terutama ketika file unit tersebut tidak berhubungan dengan form manapun, maka pemrogram harus menuliskan sendiri seluruh kode dalam unit tersebut.
    ProjectMain.dfm
         File ini berisi daftar komponen yang Anda gunakan dalam form serta beberapa setting properti dari komponen tersebut juga terdapat pada file ini.
    ProjectMain.res
         File ini berisi info versi resource dan icon dari aplikasi, atau bisa juga digunakan untuk menyimpan resource lain yang akan digunakan dalam aplikasi seperti kursor, bitmap dll. Untuk melihat atau mengedit file ini, Delphi menyediakan utilitas Image edit yaitu pada menu Delphi pilih Tools | Image Edit. Atau pada desktop windows, pilih menu Start | All Programs | Borland Delphi 7 | Image Editor.
    ProjectMain.cfg
         File tersebut merupakan file yang menyimpan konfigurasi royek/program Anda. File tersebut memiliki nama yang sama dengan file proyek Anda tetapi dengan ekstensi berbeda. Mula-mula compiler Delphi akan mencari file dcc32.cfg di directory dari compiler tersebut, kemudian di direktori current (direktori yang aktif), dan baru kemudian mencari file dengan nama yang sama dengan nama proyek, namun dengan ekstensi *.cfg yang terletak di direktori proyek.
    ProjectMain.dof
         File ini berisi seting dari proyek atau aplikasi kita, seperti seting dari kompiler dan linker, seting direktori dsb. ProjectMain.dcu File ini merupakan file hasil dari kompilasi file unit Anda yang akan digunakan untuk membuat file executable.
    ProjectMain.exe
         File ini merupakan file executable atau file program kita. Untuk menjalankan file ini Anda bisa mengklik dua kali file ini, maka Anda akan melihat form yang baru Anda buat dengan Delphi muncul. Pada Aplikasi sederhana, file inilah yang nantinya akan didistribusikan, Anda tidak perlu menyertakan file-file lain untuk memperlihatkan aplikasi Anda pada orang lain.

Tols-Tols pada Delphi :

IDE Delphi

     IDE atau Integrated Development Environment adalah tempat untuk membuat aplikasi mulai dari mendesain antarmuka, menulis kode program (coding), menjalankan program (running), mendebug, mengkompilasi (compile), dan menyebarluaskan aplikasi yang dibuat (deploy). Adapun IDE di Delphi dibagi atas 6 bagian, seperti gambar dibawah ini :


* Menu Bar dan Tool Bar
        Menu bar merupakan tempat menggulung (pull-down) menu – menu perintah. Sebuah menu terdiri dari beberapa daftar perintah (menu command). Disebelah kiri masing-masing perintah terdapat sebuah ikon yang menggambarkan fungsinya. Tool Bar adalah sekumpulan tombol yang dapat digunakan untuk melakukan suatu perintah. Fungsi Tool Bar sama dengan Menu Bar, namun keunggulannya adalah cepat diakses untuk menjalankan perintah tertentu.

* Component Palette
        Component Palette digunakan untuk mengumpulkan komponen Delphi yang dibagi menjadi beberapa katagori. secara garis besar komponen Delphi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu komponen visual dan komponen non visual. Komponen visual adalah komponen yang terlihat pada saat proses mendesain aplikasi maupun setelah aplikasi dijalankan. komponen non visual adalah komponen yang hanya terlihat pada saat proses mendesain aplikasi, namun tidak dapat terlihat pada saat aplikasi dijalankan.

* Form Designer
        Form Designer atau Form adalah tempat meletakkan komponen – komponen yang diambil dari komponent Palette saat membuat desain antarmuka aplikasi. Ketika anda menjalankan Delphi secara default maka akan tampil form secara otomatis.

* Code Editor
        Code Editor adalah btempat untuk menuliskan kode – kode program. Didalam Code Editor telah ada beberapa baris yang dibuat Delphi secara otomatis. Ditempat inilah menyisipkan atau menuliskan kode – kode program secara lengkap.

* Object Inspector
        Object Inspector digunakan untuk mengubah properti komponen terpilih yang berada dalam di Form. Ada dua bagian utama pada Object Inspector, yaitu properties dan event. Pada setiap bagian tersebut terdapat dua buah kolom. Kolom disebelah kiri merupakan nama – nama properti atau event. sedangkan kolom disebelah kanan adalah nilai – nilai yang diisikan pada properti atau event yang bersangkutan.

* Object TreeView
       Object TreeView berfungsi untuk menampilkan berbagai komponen yang digunakan pada saat membuat aplikasi. Komponen – komponen ditampilkan dengan struktur pohon.

Senin, 03 Juni 2013

Apa sih kriptografi itu

Apa sih Kriptografi itu ?

Maraknya pemberitaan tentang penyadapan ikut mempopulerkan kriptografi kepada masyarakat Indonesia. Walaupun kriptografi bukanlah hal baru, tetapi untuk masyarakat Indonesia kriptografi masih jarang sekali dibicarakan secara umum.

Kriptografi di Indonesia disebut persandian yaitu secara singkat dapat berarti seni melindungi data dan informasi dari pihak-pihak yang tidak dikehendaki baik saat ditransmisikan maupun saat disimpan. Di Indonesia instansi pemerintah yang secara resmi menangani kriptografi nasional adalah Lembaga Sandi Negara.

Sedangkan ilmu persandiannya disebut kriptologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tehnik melindungi data dan informasi tersebut beserta seluruh ikutannya. Ilmu ini di Indonesia dapat dipelajari di Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi kriptografi di Indonesia.

Aplikasi kriptologi pada kehidupan sehari-hari

Mungkin tidak disadari bahwa saat ini benda-benda teknologi dalam kehidupan sehari-hari sudah menggunakan kriptografi. Telepon seluler, kartu ATM, kartu kredit, internet, LAN, mesin absensi atau GPS dan masih banyak lagi telah ditempeli kriptografi dengan intensitas yang berbeda. Dalam mengoperasikan kriptografi jenis ini, pengguna (end-user) tidak memerlukan pengetahuan khusus tentang kriptografi, karena aplikasi kriptografinya sudah langsung dapat dipakai (tanpa terasa).

Dalam kondisi khusus, penerapan kriptografi membutuhkan operator kripto, seperti penyampaian berita rahasia dari satu tempat ke tempat lain (kurir), penyimpanan data dan informasi rahasia ke dalam database atau pengoperasian mesin-mesin khusus kripto. Operator kripto ini diperlukan karena untuk mengelola kegiatan-kegiatan khusus tersebut membutuhkan manajemen kripto dan orang-orang terpercaya yang telah mempunyai sertifikat kripto.

Aplikasi kriptografi ini dipakai sebagai pengamanan informasi yaitu untuk :

1. menjaga kerahasiaan/privacy/confidentiality informasi terhadap akses pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan terhadap informasi tersebut.

2. menjaga keutuhan informasi (integrity) sehingga informasi yang ditransmisikan tidak mengalami perubahan baik oleh pihak yang tidak berhak ataupun sesuatu hal lain (misalnya transmisi yang buruk).

3. memastikan identitas (otentikasi) baik orang, mesin, program ataupun kartu bahwa memang pihak yang benar-benar berhak/asli/yang dimaksud. Otentikasi dapat juga digunakan untuk menyamarkan identitas (anonimity) terhadap yang tidak berhak.

4. mencegah penyangkalan (non-repudiation) bahwa data tersebut memang benar adalah data yang dikirimkan oleh pihak pengirim. -antz-

Sabtu, 01 Juni 2013

Menanam secara hidroponik

Apabila kita mendengar Hidroponik tentunya yang terlintas dalam pikiran kita adalah cara menanam buah atau sayuran bukan di atas tanah melainkan menggunakan tempat lain seperti (batu-batu, arang, abu sekam dll). Tanaman hidroponik biasa kita temui di lingkungan perumahan daerah perkotaan, mengapa demikian…? jawabnya mudah saja karena tanah di kota terbatas dan kalaupun ada harganya relatif mahal, maka dari itu orang-orang mencari cara agar bisa bercocok tanam dengan lahan yang terbatas yaitu dengan cara HIDROPONIK.


Apakah Hidroponik .. ?

Percobaan tentang ilmu nutrisi sudah dimulai sejak abad ke 16 dengan mengembangkan pertanian hidroponik dan sejak saat itu pertanian high-technology ini semakin populer dan dikenal di seluruh dunia. Hidroponik berasal dari bahasa Latin hydros yang berarti air dan phonos yang berarti kerja. Hidroponik arti harfiahnya adalah kerja air. Bertanam secara hidroponik kemudian dikenal dengan bertanam tanpa medium tanah (soilless cultivation, soilless culture). Pada awalnya bertanam secara hidroponik menggunakan wadah yang hanya berisi air yang telah dicampur dengan pupuk, baik pupuk mikro maupun pupuk makro.
Pada perkembangannya, bertanam hidroponik meliputi berbagai cara yaitu bertanam tanpa medium tanah, tidak hanya menggunakan wadah yang hanya diisi air berpupuk saja. Medium pasir, perlite, zeolit, rockwool, sabut kelapa, adalah beberapa bahan yang digunakan oleh para praktisi di dunia dalam bertanam secara hidroponik. Merupakan aplikasi teknologi untuk menaikkan produktivitas tanaman pangan dalam rangka mencukupi kebutuhan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Hidroponik dapat diterapkan pada sayuran, bunga, buah dsb.


Beda tanam Hidroponik dengan tanam Organik

HIDROPONIK
- Tidak butuh lahan luas
- Nutrisi (pupuk) dpt dibuat langsung sesuai dgn kebutuhan tanaman

ORGANIK (pertanian tradisional /konvensional)
- Butuh lahan luas.
- Nutrisi tergantung pd lingkungan (tanah) dan mikrobia yg mengubah nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

Keunggulan dan kelemahan hidroponik
Keunggulan
- Tanaman mudah diperbaharui tanpa tergantung kondisi lahan dan musim
- Pertumbuhan dan kualitas panen dapat diatur
- Hemat tenaga kerja - Produk bersih dan lebih higienis
- Hemat air dan pupuk (aman untuk kelestarian lingkungan)
- Masa tanam lebih singkat
- Biaya operasional murah

Kelemahan- Biaya investasi awal lebih mahal
- Sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dan komposisi pupuk, pH, dan suhu

Sistim Hidroponik

1. Prinsip dasar hidroponik adalah memberikan bahan makanan dalam larutan mineral atau nutrisi
yang diperlukan tanaman dengan cara siram atau diteteskan.
2. Melalui teknik ini dapat dipelihara lebih banyak tanaman dalam satuan ruang yang lebih sempit.
Bahkan, tanpa media tanah dapat dipelihara sejumlah tanaman lebih produktif.
3. Sistem hidroponik bebas pestisida sehingga tidak ada serangan hama dan penyakit.
4. Aeroponik adalah modifikasi hidroponik terbaru. Tanaman diletakkan di atas styrofoam hingga
akarnya menggantung.

HIDROPONIK SISTEM DEEP FLOW TECHNIQUE (KULTUR TERENDAM) atau AEROPONIK
Bagaimana cara perawatannya ?

Cara tanam Aeroponik sangat praktis terutama bagi yang tidak mempunyai waktu banyak alias orang sibuk, karena kita tidak perlu lagi terikat oleh suatu kegiatan rutin menyirami tanaman apalagi nyangkul tanah, perawatannya sangat mudah karena hidroponik dengan sistim kultur terendam hanya memanfaatkan sirkulasi air, hal ini sudah dapat dilakukan dengan menggunakan TIMER yang kita atur sendiri penggunaannya kemudian secara otomatis akan melakukan sirkulasi air yg dibutuhkan (praktis kan…?),tidak usah repot-repot menyirami, memberikan pupuk, baju tidak kotor, hemat tenaga , semua sudah diatur secara otomatis.


Berapa luas lahan yg harus disiapkan ?

Tidak memerlukan lahan yang luas cukup manfaatkan di pekarangan rumah atau di belakang rumah.
Berapa besar modal awal yg harus disiapkan ?

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa modal yang dikeluarkan untuk memulai usaha hidroponik memang cukup besar, tetapi hal tersebut terasa berat pada saat awal saja untuk penyiapan alat-alat dan media tanam, karena untuk selanjutnya hanya mengeluarkan biaya untuk bibit tanaman dan pupuk saja. Apabila kita lakukan dengan serius tentunya ini merupakan salahsatu alternative peluang usaha yang menggiurkan untuk pemasukan tambahan diluar gaji rutin dengan memanfaatkan waktu luang yang ada.




SELAMAT MENCOBA

Keuntungan dan kerugian pembangkit listrik tenaga batu bara

Bahan bakar fosil memang merupakan bahan bakar yang paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk pembangkit listrik dan energi. Di antara bahan bakar fosil, batubara adalah bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam pembangkit listrik. Pembangkit batubara menggunakan berbagai jenis mesin yang mengkonversi energi panas yang dihasilkan dari pembakaran menjadi energi mekanik.

Batubara, gas, dan minyak adalah bahan bakar fosil yang bertanggung jawab untuk sebagian besar listrik dan kebutuhan energi di dunia. Batubara, yang tersedia di sebagian besar dunia, terus berkembang dan dikembangkan, dan telah digunakan sebagai sumber utama bahan bakar bahkan dalam peradaban manusia purba. Batubara juga digunakan pada mesin uap di awal revolusi industri.

Keuntungan Batubara sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Dewasa ini, kemajuan teknologi telah memungkinkan batubara berperan dalam memperbaiki kondisi hidup manusia dengan perannya dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar manusia. Batubara telah digunakan secara luas di pembangkit listrik dengan teknologi yang lebih baik, yang digunakan untuk memastikan ada keseimbangan antara kepentingan ekologi dan ekonomi dalam memproduksi energi yang terjangkau dan berkelanjutan.

Tapi, apakah batubara benar-benar merupakan jawaban untuk energi yang terjangkau dan berkelanjutan? Untuk menemukan jawaban pertanyaan ini, jalan terbaik adalah mengenali keuntungan dan kerugian pembangkit batubara. Beberapa keuntungannya termasuk diantaranya adalah keandalan, keterjangkauan, keberlimpahan, teknologi yang sudah dikenal, keamanan, dan tingkat efisiensi.

Keandalan. Salah satu keuntungan terbesar dari pembangkit berbahan bakar batubara adalah keandalannya. Kemampuan batubara untuk memasok listrik pada permintaan puncak diakui sebagai kelebihan utama batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Hal ini ditambah dengan fakta bahwa pembangkit listrik berbahan bakar batubara bubuk dirancang untuk mendukung sistem gridding guna menghindari pemadaman.

Keterjangkauan. Energi yang dihasilkan dari pembangkit batubara lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan sumber energi lainnya. Karena batubara berlimpah, sudah pasti dibutuhkan ongkos yang lebih murah untuk menghasilkan listrik menggunakan bahan bakar ini. Selain itu, biaya untuk mengekstrak dan menambang batubara tidaklah mahal. Akibatnya, harga masih lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar dan sumber energi lain.

Keberlimpahan. Ada lebih dari sekitar 300 tahun cadangan batubara yang masih dapat diakses secara ekonomis. Dengan jumlah ketersediaan batubara yang besar untuk dapat digunakan, pembangkit berbahan bakar batubara dapat terus disuplai untuk beberapa tahun mendatang.

Teknologi yang Sudah Dikenal. Produksi dan penggunaan batubara sebagai bahan bakar sudah dipahami dengan baik, dan teknologi yang dibutuhkan dalam memproduksinya terus maju. Selain itu, teknik  penambangan batubara terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa ada pasokan konstan batubara untuk produksi listrik dan energi.

Keselamatan. Umumnya, pembangkit berbahan bakar batubara dianggap lebih aman daripada pembangkit listrik tenaga nuklir. Kegagalan pembangkit listrik batubara tentu tidak akan menyebabkan peristiwa bencana seperti krisis nuklir. Selain itu, kesejahteraan dan produktivitas karyawan industri batubara telah meningkat tajam selama bertahun-tahun. Bahkan, cedera, kerugian akibat kehilangan waktu, dan kematian telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kerugian dari Pembangkit Listrik Batubara
Di sisi lain, ada juga beberapa kelemahan yang signifikan dari pembangkit berbahan bakar batubara termasuk Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), kerusakan tambang, menghasilkan jutaan ton limbah, dan emisi zat-zat berbahaya.

Emisi Gas Rumah Kaca. Tidak dapat dipungkiri bahwa batubara meninggalkan produk samping yang berbahaya pada saat pembakaran. Produk sampingan ini menyebabkan banyak polusi dan berkontribusi terhadap pemanasan global. Emisi karbon yang meningkat pada pembangkit berbahan bakar batubara telah menyebabkan pemanasan global lebih lanjut, yang mengakibatkan perubahan iklim.

Kerusakan Akibat Pertambangan. Pertambangan batubara tidak hanya mengakibatkan kerusakan habitat dan pemandangan, tetapi juga menggusur tempat hidup manusia. Di banyak negara dimana batubara secara aktif ditambang, banyak masyarakat yang mengungsi dalam jumlah besar karena pergerakan bumi yang disebabkan oleh penambangan bawah tanah. Tempat di dekat tambang batubara tidak aman untuk tempat tinggal manusia karena tanah tersebut bisa longsor kapan saja.

Menghasilkan Jutaan Ton Limbah. Jutaan ton produk limbah, yang tidak dapat digunakan lagi, dihasilkan dari pembakaran di pembangkit batubara. Selain fakta bahwa produk-produk limbah berkontribusi pada masalah pembuangan, limbah ini juga mengandung zat berbahaya.

Emisi Zat-zat Berbahaya. Pembangkit termal seperti pembangkit batubara memancarkan zat berbahaya bagi lingkungan. Emisi ini termasuk merkuri, sulfur dioksida, karbon monoksida, merkuri, selenium, dan arsen. Zat-zat berbahaya tidak hanya menyebabkan hujan asam, tetapi juga sangat berbahaya bagi manusia.

Pembangkit listrik tenaga sampah

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa)

Pola Pengelolaan Sampah sampai saat ini masih menganut paradigma lama dimana sampah masih dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna, tak bernilai ekonomis dan sangat menjijikkan. Masyarakat sebagai sumber sampah tak pernah menyadari bahwa tanggung jawab pengelolaan sampah yang dihasilkan menjadi tanggung jawab dirinya sendiri.

Apabila sampah - sampah yang luar biasa ini mulai menjadi masalah bagi manusia, barulah manusia menyadari ketidak perduliannya selama ini terhadap sampah dan mulai menimbulkan kepanikan dan menghantui di mana - mana tanpa tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia, karena setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Sehari setiap warga kota menghasilkan rata-rata 900 gram sampah, dengan komposisi, 70% sampah organik dan 30% sampah anorganik. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah.
Sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang di buang ke tempat sampah walaupun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri, tetapi merupakan sampah yang selalu menjadi bahan pemikiran bagi manusia.

PENANGGULANGAN SAMPAH

Prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian dalam menanggulangi sampah misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R (WALHI, 2004) yaitu:
·        Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan.         Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

·         Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

·         Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang.       Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

·         Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih   ramah lingkungan. Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama.

PENGOLAHAN SAMPAH

Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup  60-70% dari total volume sampah. Selama ini pengelolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah bersifat terpusat, di buang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur.

Seharusnya  sebelum sampah dibuang dilakukan pengelompokkan sampah berdasarkan jenis dan wujudnya sehingga mudah untuk didaurulang dan/atau dimanfaatkan (sampah basah, sampah kering yang dipilah-pilah lagi menjadi botol gelas dan plastik, kaleng aluminium, dan kertas). Untuk tiap bahan disediakan bak sampah tersendiri, ada bak sampah plastik, bak gelas, bak logam, dan bak untuk kertas. Pemilahan sampah itu dimulai dari tingkat RT(Rumah tangga), pasar dan aparteme. Bila kesulitan dalam memilih sampah tersebut minimal sampah dipisahkan antara sampah basah (mudah membusuk) dan sampah kering (plastik,kaleng dan lain-lain)
Pemerintah sendiri menyediakan mobil-mobil pengumpul sampah yang sudah terpilah sesuai dengan pengelompokkannya. Pemerintah bertanggung jawab mengorganisasi pengumpulan sampah itu untuk diserahkan ke pabrik pendaur ulang. Sisa sampahnya bisa diolah dengan cara penumpukan (dibiarkan membusuk), pengkomposan (dibuat pupuk), pembakaran. Dari ketiga cara pengelolaan sampah basah yang biasa dilakukan dibutuhkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang cukup luas. Selain itu efek yang kurang baikpun sering terjadi seperti pencemaran lingkungan, sumber bibit penyakit ataupun terjadinya longsor.

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa)

Selain dengan cara pengelolaan tersebut di atas ada cara lain yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung yaitu sampah dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik (Waste to Energy) atau yang lebih dikenal dengan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).

Konsep Pengolahan Sampah menjadi Energi (Waste to Energy) atau PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga sampah) secara ringkas (TRIBUN, 2007) adalah sebagai berikut :

1.        Pemilahan sampah

Sampah dipilah untuk memanfaatkan sampah yang masih dapat di daur ulang. Sisa sampah dimasukkan kedalam tungku Insinerator untuk dibakar.

2.        Pembakaran sampah

Pembakaran sampah menggunakan teknologi pembakaran yang memungkinkan berjalan efektif dan aman bagi lingkungan. Suhu pembakaran dipertahankan dalam derajat pembakaran yang tinggi (di atas 1300°C). Asap yang keluar dari pembakaran juga dikendalikan untuk dapat sesuai dengan standar baku mutu emisi gas buang.

3.        Pemanfaatan panas

Hasil pembakaran sampah akan menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan untuk memanaskan boiler. Uap panas yang dihasilkan digunakan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan generator listrik.

4.        Pemanfaatan abu sisa pembakaran

Sisa dari proses pembakaran sampah adalah abu. Volume dan berat abu yang dihasilkan diperkirakan hanya kurang 5% dari berat atau volume sampah semula sebelum di bakar. Abu ini akan dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku batako atau bahan bangunan lainnya setelah diproses dan memiliki kualitas sesuai dengan bahan bangunan.

Dikota-kota besar di Eropah, Amerika, Jepang, Belanda dll waste energy sudah dilakukan sejak berpuluh tahun lalu, dan hasilnya diakui lebih dapat menyelesaikan masalah sampah. Pencemaran dari PLTSa yang selama ini dikhawatirkan oleh masyarakat sebenarnya sudah dapat diantisipasi oleh negara yang telah menggunakan PLTSa terlebih dahulu. Pencemaran- pencemaran tersebut seperti :

·          Dioxin

Dioxin adalah senyawa organik berbahaya yang merupakan hasil sampingan dari sintesa kimia pada proses pembakaran zat organik yang bercampur dengan bahan yang mengandung unsur halogen pada temperatur tinggi, misalnya plastic pada sampah, dapat menghasilkan dioksin pada temperatur yang relatif rendah seperti pembakaran di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) (Shocib, Rosita, 2005).

PLTSa sudah dilengkapi dengan sistem pengolahan emisi dan efluen, sehingga polutan yang dikeluarkan berada di bawah baku mutu yang berlaku di Indonesia, dan tidak mencemari lingkungan.

·          Residu

Hasil dari pembakaran sampah yang lainnya adalah berupa residu atau abu bawah  (bottom ash)   dan abu terbang (fly ash) yang termasuk limbah B3, namun hasil-hasil studi dan pengujian untuk pemanfaatan abu PLTSa sudah banyak dilakukan di negara-negara lain. Di Singapura saat ini digunakan untuk membuat pulau, dan pada tahun 2029 Singapura akan memiliki sebuah pulau baru seluas 350 Ha (Pasek, Ari Darmawan, 2007).

PLTSa akan memanfaatkan abu tersebut sebagai bahan baku batako atau bahan bangunan.

·          Bau

Setiap sampah yang belum mengalami proses akan mengeluarkan bau yang tidak sedap baik saat pengangkutan maupun penumpukkan dan akan mengganggu kenyamanan bagi masyarakat umum.

Untuk menghindari bau yang berasal dari sampah akan dibuat jalan tersendiri ke lokasi PLTSa melalui jalan Tol, di sekeliling bagunan PLTSa akan ditanami pohon sehingga membentuk greenbelt (sabuk hijau) seluas 7 hektar.

Oleh Yattie Setiati

Rabu, 29 Mei 2013

FORM GAJI DENGAN MENGGUNAKAN LISTVIEW


ini tampilan awal form gaji dengan listview
masukkan syntax

Public Class Form1
    Sub BuatTable()
        Lv.Columns.Add("NIK", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("nama", 80, HorizontalAlignment.Left)
        Lv.Columns.Add("jabatan", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("gaji", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("status", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("tunj istri", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("jumlah anak", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("tunj anak", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("jam lembur", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("honor lembur", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("pajak", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("total", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.View = View.Details
        Lv.GridLines = True
        Lv.FullRowSelect = True
    End Sub
    Sub isitabel()
        Dim Lst As New ListViewItem
        Lst.Text = NIK.Text
        Lst.SubItems.Add(nama.Text)
        Lst.SubItems.Add(jabatan.Text)
        Lst.SubItems.Add(gaji.Text)
        Lst.SubItems.Add(status.Text)
        Lst.SubItems.Add(tunjistri.Text)
        Lst.SubItems.Add(jumlahanak.Text)
        Lst.SubItems.Add(tunjanak.Text)
        Lst.SubItems.Add(jamlembur.Text)
        Lst.SubItems.Add(honorlembur.Text)
        Lst.SubItems.Add(pajak.Text)
        Lst.SubItems.Add(total.Text)
        Lv.Items.Add(Lst)
    End Sub
    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        NIK.Items.Add("001")
        NIK.Items.Add("002")
        NIK.Items.Add("003")
        jabatan.Items.Add("Mandor")
        jabatan.Items.Add("Kepala Bagian")
        jabatan.Items.Add("Staff")
        For i = 1 To 4
            jumlahanak.Items.Add(i)
        Next i
        For i = 1 To 10
            jamlembur.Items.Add(i)
        Next i
        status.Items.Add("menikah")
        status.Items.Add("tidak menikah")

        BuatTable()
    End Sub

    Private Sub jabatan_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles jabatan.SelectedIndexChanged
        Select Case jabatan.Text
            Case "Mandor" : gaji.Text = 1750000
            Case "Kepala Bagian" : gaji.Text = 2500000
            Case "Staff" : gaji.Text = 1250000
        End Select
        pajak.Text = 0.015 * Val(gaji.Text)
    End Sub

    Private Sub status_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles status.SelectedIndexChanged
        Select Case status.Text
            Case "menikah" : tunjistri.Text = 0.09 * gaji.Text
            Case "tidak menikah" : tunjistri.Text = 0
        End Select
    End Sub

    Private Sub jumlahanak_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles jumlahanak.SelectedIndexChanged
        If jumlahanak.Text >= 2 And status.Text = "menikah" Then
            tunjanak.Text = 0.07 * gaji.Text
        ElseIf jumlahanak.Text = 1 And status.Text = "menikah" Then
            tunjanak.Text = 0.03 * gaji.Text
        Else
            tunjanak.Text = 0

        End If
    End Sub
    Private Sub Btnproses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnproses.Click
        If jabatan.Text = "Mandor" Then
            honorlembur.Text = 7500
        ElseIf jabatan.Text = "Kepala Bagian" Then
            honorlembur.Text = 10000
        ElseIf jabatan.Text = "Staff" Then
            honorlembur.Text = 5000
        Else
            honorlembur.Text = 0
        End If
        total.Text = Val(honorlembur.Text * jamlembur.Text) + Val(gaji.Text) + Val(tunjistri.Text) + Val(tunjanak.Text) - Val(pajak.Text)

    End Sub

    Private Sub NIK_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles NIK.SelectedIndexChanged
        Select Case NIK.Text
            Case "001" : nama.Text = "oncom"
            Case "002" : nama.Text = " udin"
            Case "003" : nama.Text = "ujang"
        End Select
    End Sub

    Private Sub Btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkeluar.Click
        end
    End Sub

    Private Sub Btnbaru_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnbaru.Click
        isitabel()
        NIK.Text = ""
        nama.Text = ""
        jabatan.Text = ""
        gaji.Text = ""
        status.Text = ""
        tunjistri.Text = ""
        jumlahanak.Text = ""
        tunjanak.Text = ""
        jamlembur.Text = ""
        honorlembur.Text = ""
        pajak.Text = ""
        total.Text = ""
    End Sub

    Private Sub hapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles hapus.Click
        Lv.Items.Clear()
    End Sub

    Private Sub nhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles nhapus.Click
        Lv.Items.Remove(Lv.SelectedItems(0))
    End Sub
End Class

Tampilan setelah dijalankan.
Menjalankan Programnya
Setelah disimpan kedalam listview